Marianus Gaharpung: Kampus UNIPA Jangan Dijadikan Arena Politik

Dibaca 1.1K kali

Marianus Gaharpung, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya.

SIKKA .faktahukumntt.com – 8 Juni 2021

Munculnya sejumlah nama nama akademisi Universitas Nusa Nipa yang menduduki sejumlah posisi penting di partai Perindo kabupaten Sikka berdasarkan surat keputusan DPP partai Perindo nomor 2645-SK/DPP-PARTAI PERINDO/II/2021 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 18 Februari tahun 2021 oleh ketua umum Hary Tanoesoedibjo dan sekretaris jenderal Ahmad Rofiq memunculkan spekulasi dan analisis dari berbagai kalangan hadirnya Drs. Sabinus Nabu yang mengisi posisi ketua DPD Partai Perindo yang juga menjabat sebagai ketua yayasan pendidikan tinggi Nusa Nipa dan sejumlah dosen dan staf Universitas Nusa Nipa yang masuk dalam jajaran kepengurusan Perindo kabupaten Sikka menuai kritik dari berbagai kalangan.

Baca Juga :  Belajar Dari Tetangga Demokrat, Ketum PAN Zulkifli Tulis Surat Terbuka Untuk Kader PAN Se-Indonesia

Kepada media faktahukumntt (7/Juni/2021) dosen fakultas hukum universitas Surabaya Marianus Gaharpung, S.H.M.H mengaku kaget karena baru pertama kali melihat kondisi ini.

“Menarik dan baru pertama kali kampus adalah rumah akademis dijadikan “rumah politik” sangat disayangkan kalau ini sungguh terjadi. Kepengurusan perindo sikka 2019- 2024 di dominasi dosen dan staf yayasan dari unipa.

“Memang tidak ada satu norma tertulis yang melarang pengurus yayasan dan staf pengajar perguruan tinggi swasta terlibat dalam kegiatan praktis tetapi ada etika dan norma tidak tertulis yang tidak kalah pentingnya yang mengatur agar pengurus yayasan dan dosen harus lebih arif dalam menjatuhkan pilihannya mau murni sebagai pendidikan atau gado gado yakni dosen dan politik” tegas Marianus Gaharpung.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment