Penulis : Josse

Tanda tangan SKTJM oleh bendahara pembantu ada dugaan pemaksaan dan penipuan. Sebab uang 900 juta lebih tidak mungkin dipakai semua oleh bendahara pembantu sehingga yang harus bertanggungjawab tidak saja bendahara pembantu tetapi mantan kepala BPBD, dan pihak lain yang diduga embat dana BTT. Disisi lain oknum- oknum pejabat yang memaksa bendahara pembantu tanda tangan bukan aparat penegak hukum yang mempunyai kekuatan eksekutorial memaksa dan mengambil sertipikat milik bendahara pembantu di bank. 

Kedua, Mengapa oknum sekda serta inspektorat tidak mempunyai nyali untuk memanggil dan memaksa mantan ketua BPBD (pengguna anggaran) dan oknum lain untuk tanda tangan SKTJM? Apakah anda sekalian takut terhadap mantan Kepala BPBD akan “nyanyi” siapa -siapa oknum pejabat yang ikut embat dana BTT 2021? Karena dengan keberanian memalsukan tanda tangan bupati Sikka ada dugaan konspirasi kejahatan untuk jebokkan dana BTT tersebut.

Oleh karena itu, Pansus Dana BTT 2021 harus berani dan mampu “mengejar” dengan berbagai pertanyaan hukum oknum- oknum siapa saja yang bertanggungjawab atas jebolnya dana BTT ini agar warga nian tana Sikka tetap menaruh kepercayaan pada pansus DPRD Sikka. Semoga!

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.