Diduga Mantan Kades Lidi Dan Bendahara Copot Dana Desa 50 Juta, Pembangunan Rabat Jalan Terbengkalai

Dibaca 1.0K kali

Fabianus Martin Dato memberikan klarifikasi terkait keterlambatan Pendropingan Semen pembangunan Rabat Jalan di Desa Lidi di kantor Desa Lidi (1/8/22) foto Wartawan faktahukumntt.com

Dalam pengakuannya, Martin menjelaskan bahwa dirinya mengalami kendala pasalnya uang yang lain sudah dicomot Bendahara 20 juta dan Kades Saat itu 30 juta

“Jadi totalnya semua 50 juta jadi sisanya itu yang saya sudah belanjakan semua semen, makanya disitulah kendala Saya sampai dengan Saya belum bisa kasi dropping semen” Papar Martin.

Tetapi dalam perjalanan satu dua hari ini mantan Desa dan orang dekat sudah siap untuk dikembalikan dan Saya sudah paksa dan mereka bilang Saya masuk penjara, tapi Saya bilang begini . Mereka sudah bilang bulan ini kalau Saya mau dropping semen akan dikembalikan setelah Saya pulang pertemuan ini sudah konfirmasi Saya dengan Bapa diatas sudah siapkan uang itu untuk dikembalikan dan diserahkan ke Saya

Aneh bin ajaib ternyata sejak awal pencarian di Bank NTT pada bulan Desember 2021 sampai dengan tanggal 1 Agustus 2022 Suplayer semen atas nama Martin tak pernah tandatangan kwitansi penyerahan uang dari Pemerintah Desa Lidi, alasan Dirinya belum menandatangani kontrak dan kwitansi karena sebagian uang berjumlah 50 juta di ambil Bendahara dan Kades Lidi Denis Nande masing-masing 20 juta dan 30 juta.

ads
Sebelumnya
Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami: