Gegara Tunggak Bayar Pinjaman, Oknum Anggota DPRD Sikka Fraksi Perindo Di Mejahijaukan

Dibaca 622 kali

Bernadus Kardiman, S.H Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari fraksi partai Perindo saat menghadiri persidangan perdana sebagai tergugat (8/9/22) (foto Wiliam)

“Somasi pertama tidak diindahkan. Somasi kedua ditanggapi dengan inbox kepada kami yang mana tergugat mempersilahkan kami menepuh jalur hukum. Demikian juga dengan somasi ketiga. Maka itu kami gugat dan hari ini mulai sidang yang pertama,” jelas Victor.

Victor merincikan, tunggakan hutang tergugat meliputi; saldo pinjaman sebesar Rp.146.650.600. Tunggakan bunga; Rp.185.158.000 dan denda Rp.18.515.800.

Selain Bernadus Kardiman, ada 2 anggota yang juga digugat dan siap disidang yakni, Silverius Timu dan Landalinus.

“Khusus untuk tergugat Silverius Timu, selain gugatan GS, kita juga akan gugat Perbuatan Melawan Hukum atas perbuatan yang bersangkutan yang dinilai telah merugikan Kopdit Mitan Gita secara kelembagaan,” ujar Viktor.

Sementara itu, Ketua Kopdit Mitan Gita, Petrus Herlemus menjelaskan, gugatan yang dimaksud merupakan opsi terakhir yang dilakukan pengurus dan manajemen berdasarkan mandat Rapat Umum Anggota (RAT).

Dikatakan, setidaknya ada 130-an anggota yang menunggak dengan akumulasi tunggakan mencapai Rp. 3 miliar lebih.

Herlemus menegaskan, pengurus tidak memiliki tendensi apa apa atas langkah somasi dan gugatan kepada anggota yang menunggak. Hal itu semata demi keadilan bagi semua anggota.

“Persoalan tunggakan ini telah diangkat oleh anggota dalam setiap forum RAT. Oleh karena itu demi keadilan, maka pengurus melakukan upaya diantaranya surat peringatan dari pengurus sebanyak 3 kali bila tidak diindahkan akan diberikan somasi sebanyak 3 kali dan kalau tidak dindahkan juga maka akan dilakukan gugatan,” jelas Herlemus.

Menurut Herlemus, dari 130 anggota yang menunggak, sekitar 90 anggota yang sudah datang bertemu pengurus dan kuasa hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Herlemus berharap kepada anggota yang menunggak agar bertanggungjawab atas kewajibannya sebab Mitan Gita adalah milik 16 ribu anggota di 17 cabang di 3 provinsi bukan milik pribadi.

“Dana dana yang sudah kembali itu akan dimanfaatkan kembali oleh anggota lain yang juga memiliki hak yang sama. Saya juga pinjam tetapi saya tertib membayar,” tandasnya.

ads
Sebelumnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami: