Dalam Hening Ziarah, Ratusan Siswa Rokatenda Temukan Kekuatan untuk Melangkah Lebih Jauh
FaktahukumNTT.com, Sikka – Ratusan siswa SMP Rokatenda Kecamatan Palu’E Kabupaten ,Sikka,NTT mengadakan ziarah pengharapan di Gua Maria Watu Wae yang berlokasi di Desa Lidi, Dusun Oma, Palu’E , NTT. Kamis (15/Mei/2025).
Gua Maria Watu Wae adalah sebuah tempat ibadah yang suci bagi umat Katolik yang terletak di ujung pulau Palu’E tepatnya di kampung Ona.
Untuk sampai ke tempat ini para peziarah harus menempuh perjalanan 30 menit dari pelabuhan Uwa, selanjutnya setelah tiba di pantai Ona desa lidi, para peziarah harus berjalan kaki menelusuri lereng bukit dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.
Kegiatan ini bertujuan untuk memohon pengharapan dan kekuatan spiritual bagi para siswa dalam menghadapi tantangan hidup dan perjuangan di masa depan.
Momen ziarah adalah momen yang diambil lembaga pendidikan SMP Rokatenda sekaligus momen pelepasan 66 siswa siswi kelas 9 yang telah selesai melaksanakan ujian Nasional.
Selama ziarah, siswa-siswa tersebut melakukan berbagai aktivitas spiritual, seperti berdoa, bernyanyi, dan merenungkan firman Tuhan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan diri dan memperkuat iman mereka.
Kepada media ini, Celsia Sugo Siswa kelas 9 SMP Rokatenda menyampaikan bahwa momen ziarah adalah momen syukur yang dapat memberikan kekuatan baru bagi dirinya dan teman teman dalam perjuangan menggapai cita-cita ke jenjang pendidikan yang telah tinggi.
“Kami sangat bersyukur dapat mengadakan ziarah ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kekuatan dan pengharapan bagi Kami dalam menjalani hidup sehari-hari, dan berjuang untuk masa depan kami ke jenjang yang lebih tinggi” ujar Celsia Sugo, Siswa kelas 9 SMP Rokatenda.
Sementara pada kesempatan yang sama perwakilan orang tua siswa menyampaikan bahwa ziarah adalah perjalanan spiritual iman dan karakter menuju masa depan para siswa.
“Ziarah ini diharapkan dapat menjadi pengalaman spiritual yang berharga bagi para siswa dan membantu mereka tumbuh dalam iman dan karakter yang tanggu yang bermuara pada masa depan mereka” ungkap Maria.
Dalam khotbahnya RD Rudi pastor paroki Uwa Palu’E menegaskan perjuangan para siswa adalah sukacita karena dapat berkumpul dalam spiritual iman dan pengharapan.
“Saya bersyukur karena kita semua dapat berkumpul disini saya sangat bersyukur. Saya sangat bersukacita kita semua dapat berkumpul disini ini kesempatan sangat bagus untuk kita merefleksikan perjuangan bukan hanya pada para siswa yang telah menyelesaikan ujian tetapi juga refleksi terhadap orang tua dan perjalanan mereka semua” ungkap RD Rudi.
Selain itu Ia meminta agar para siswa harus menghargai orang tuanya karena dari merekalah perjuangan bisa sampai pada tahap ini. harus berani menjadi bua yang baik bagi gereja, bangsa dan negara.
Dengan sistem pendidikan yang kontekstual ditengah arus teknologi yang semakin kuat, Kata RD Rudi. Para siswa harus menjadi pohon yang akan menghasilkan buah yang baik dan menjaga masa depan mereka serta menjaga apa yang akan disampaikan oleh orang tua mereka.
“Kepada orang tuah Kita harus jaga bersama sama agar pohon ini menghasilkan buah yang baik untuk masa depan mereka , banggalah jika anak mu berhasil dimasa depan.jadilah pohon yang menghasilkan buah untuk masyarakat dan gereja”, Titah RD Rudi.
“Kepada guru guru Saya berpesan Tampillah sebagai sekolah yang bermutu supaya bisa bersaing dengan sekolah sekolah lain agar tak ada perbedaan antara sekolah swasta dan negeri”, Lagi Kata RD Rudi.
Selain para siswa siswi SMP Rokatenda kelas 7 sampai 9, Ziarah juga dihadiri para orang tua, guru guru dan ratusan umat paroki Uwa yang tak terlepas dari bulan suci defosi kepada Bunda Maria sebagai Bunda Gereja.
Wakil Kepala Sekolah SMP Rokatenda saat diwawancarai menegaskan bahwa pilihan ziarah adalah kesepakatan bersama antara orang tua dan guru sebagai refleksi iman dan pengharapan.
“Kegiatan ziarah dilaksanakan di tempat ini di gua Maria Watu Wae adalah kesepakatan bersama orang tua peserta didik terutama siswa kelas 9 yang telah menyelesaikan ujian Nasional”, Ungkap Alfo.
“Kegiatan ziarah dilaksanakan di tempat ini di gua Maria Watu Wae adalah kesepakatan bersama orang tua peserta didik terutama siswa kelas 9 yang telah menyelesaikan ujian Nasional,” Ungkap Alfonsus Riba
Lebih lanjut Kata Alfonsus, Tempat ini dipilih sebagai refleksi perjuangan karena perjuangan mereka masih terlalu jauh untuk menggapai cita-cita”.
Kepada orang tua dan para siswa, Alfonsus menyampaikan bahwa perjalanan peserta didik yang sudah menyelesaikan ujian nasional masih jauh untuk menggapai cita-cita oleh karena itu Ia berharap peran orang tua harus menjadi garda terdepan dalam mendidik anak anak mereka”. (WT)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
