Maumere, FHC – Pemerintah Kabupaten Sikka kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Hal ini ditandai dengan peresmian Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 51 St. Rafael Hewerbura, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK), pada Selasa (14/10/2025).

Sekolah yang sebelumnya bernama SMP Katolik Hewerbura ini berada di bawah pengelolaan Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Sanpukat) Keuskupan Maumere, dan kini resmi berstatus negeri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Sikka dalam mendorong pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu di wilayah pedesaan.

Dalam sambutannya di hadapan para alumni, guru, dan tokoh masyarakat, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menegaskan bahwa penegerian SMP St. Rafael Hewerbura merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemerataan layanan pendidikan.

“Dengan status negeri, SMP yang kini bernama SMP Negeri 51 St. Rafael Hewerbura Watublapi akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi anggaran, sarana prasarana, maupun penempatan tenaga pendidik,” ujar Bupati JPYK disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, kehadiran sekolah negeri di daerah pedesaan seperti Hewokloang menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan di wilayah kota. Dengan diresmikannya sekolah ini, jumlah SMP negeri di Kabupaten Sikka kini mencapai 51 dari total 91 SMP yang ada.

“Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Sikka yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, dengan tekad Sikka Cerdas Merata,” tegas JPYK.dorong-pemerataan-pendidikan-bupati-sikka-juventus-prima-yoris-kago-resmikan-smpn-51-st-rafael-hewerbura-hewokloang

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sikka mengingatkan bahwa status baru sebagai sekolah negeri membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh tenaga pendidik dan pengelola sekolah.

“Saya berharap kepala sekolah dan para guru mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan yang sudah dibangun selama ini. Jadikanlah disiplin, integritas, dan semangat melayani sebagai pondasi utama dalam mendidik,” pesan JPYK.

Bupati juga menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dengan pendekatan deep learning, yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.