Maumere, FHNC – Gubernur NTT (Nusa Tenggara Timur), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan perlunya terobosan baru dalam strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sikka, Sabtu (6/9), yang dipusatkan di Kantor SAMSAT Maumere.
Dalam pertemuan bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Provinsi NTT, Pemkab Sikka, serta unsur Forkopimda, Gubernur Melki menekankan bahwa ketergantungan daerah pada dana transfer pusat sudah saatnya dikurangi.
“Transfer dari pusat cenderung menurun. Kalau pola kerja tidak berubah, PAD kita tidak akan pernah optimal,” tegasnya.
Menurut Gubernur, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menyimpan ruang besar untuk digarap lebih maksimal. Ia menyoroti masih minimnya pendekatan kreatif, lemahnya penegakan aturan, serta rendahnya sosialisasi kepada masyarakat.
“Yang penting jumlah pembayar bertambah, bukan sekadar mengejar besarannya. Perlu empati dan fleksibilitas dalam pelayanan di lapangan,” ujar Melki.
Selain pajak, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya mengembangkan potensi lokal melalui hilirisasi. Ia mengangkat contoh madu Amfoang yang kini sukses menembus pasar nasional berkat pengemasan profesional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
