Ia bahkan menggagas adanya “NTT Mart” di Sikka sebagai pusat oleh-oleh khas daerah yang bisa memperkuat ekonomi lokal sekaligus menyumbang PAD.

“Saya ingin tamu yang pulang dari Sikka membawa produk khas daerah ini. Itu bagian dari kebanggaan sekaligus pemasukan bagi daerah,” katanya.

Sejumlah kendala turut mencuat dalam pertemuan, salah satunya dari UPT Kehutanan yang mengeluhkan belum adanya regulasi pungutan di kawasan Ekowisata Waigete. Hal ini dianggap menghambat kontribusi sektor kehutanan terhadap PAD.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki memastikan seluruh masukan dari UPTD akan menjadi bahan penyusunan kebijakan baru di tingkat provinsi. Ia juga mendorong sinergi lintas sektor agar pengelolaan potensi daerah semakin efektif.

“Kita tidak bisa jalan sendiri. Butuh kerja kreatif, cerdas, dan sinergis agar setiap potensi benar-benar memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.