“Tidak ada solusi. Kami bingung harus bagaimana,” tutur istri Herman dengan nada kecewa.

Merasa tak ada jalan keluar, keluarga akhirnya memutuskan kembali ke Boru. Namun, baru beberapa meter meninggalkan rumah sakit, Herman tiba-tiba mengalami sesak napas. Seorang warga membantu mendorong kursi roda untuk membawanya kembali ke IGD.

Di sana, tim medis melakukan pemeriksaan awal. Dugaan sementara, terdapat cairan di paru-paru sehingga pasien harus menjalani rontgen. “Kasus seperti ini sering terjadi. Pasien dirujuk tanpa ada komunikasi jelas antara puskesmas, rumah sakit asal, dan rumah sakit rujukan,” ujar seorang dokter jaga di IGD.

Kasus Herman Sinyo Tukan hanyalah satu potret kecil dari banyaknya persoalan pelayanan kesehatan di RS TC Hillers. Krisis dokter ahli, manajemen yang dinilai tertutup, hingga kesejahteraan tenaga medis yang tidak terjamin membuat kondisi layanan rumah sakit semakin rapuh.

Fraksi PKB menegaskan, pembentukan pansus di DPRD menjadi langkah penting untuk membuka tabir masalah ini. “Kesehatan adalah hak rakyat. Jangan sampai rumah sakit yang menjadi rujukan utama di Flores justru gagal memberikan pelayanan yang layak,” pungkas Yoseph Karnianto.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.